Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Mei 2013

Tips masakan bersantan agar tetap sehat

Memasak dengan santan hanya menambah rasa dan aroma, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan yang baik untuk Anda. Gunakan sebagai pengganti cairan pada masakan Anda.

Berikut ulasan tentang santan, cara memasak dan manfaat kesehatan pada santan :

Manfaat kesehatanSantan sebenarnya cukup baik untuk jantung dan kesehatan jantung. Selain menjaga kadar gula darah yang tepat, santan juga membantu dalam mengontrol berat badan Anda. Santan sering mendapat penilaian buruk karena tinggi lemak. Karena santan membantu Anda merasa cepat kenyang, ini bisa sangat bermanfaat bagi yang mencoba untuk menurunkan berat badan.

Santan kelapa tinggi kalium yang dapat membantu dalam menurunkan tekanan darah tinggi. Selain itu,  dapat pula untuk menurunkan kolesterol dan membantu meringankan penderita arthritis dan nyeri sendi. Santan juga akan melembabkan dan melembutkan kulit Anda! Pastikan Anda membeli produk yang mengandung santan asli. Untuk mengujinya, tuangkan sedikit ke bola kapas dan oleskan ke area tertentu di kulit Anda.

Tips memasak
Santan tentu kaya, dan Anda harus menyeimbangkannya dengan menambahkan air jeruk nipis atau bahkan beberapa lada hitam atau ketumbar. Banyak cara umum dalam menggunakan santan termasuk menambahkannya ke dalam masakan berbahan ayam atau sapi ketika dimasak dengan panci presto.

Anda dapat menambahkan santan saat menumis ayam, hanya untuk menambah rasa. Anda juga dapat menambahkannya ke ikan untuk menghasilkan makanan dengan cita rasa tropis.

Penambah beraroma
Tambahkan santan ke hidangan pasta, hidangan ubi jalar atau pada minuman berprotein sebagai sarapan. Anda juga bisa menambahkan santan pada oatmeal, aduk saat oatmeal masak. Cobalah membuat pancake atau puding sendiri dengan menambahkan santan sebagai pengganti susu atau krim kental. Jika Anda khawatir rasanya terlalu kuat, tambahkan setengah santan dan setengah susu atau krim.

Untuk memanggang, tambahkan santan pada muffin, roti atau kue. Gantikan cairan yang disebut dalam resep seperti air, susu, krim kental dengan santan. Tambahkan santan sebagai pengganti krim kental untuk resep cheesecake, atau jika Anda ingin menggunakan krim asam, tambahkan 1/4 cangkir santan.
Read more ...

Cara melelehkan coklat masak agar tidak hangus

Melelehkan coklat untuk dimasak menjadi kue atau lainnya sbenarnya termasuk cukup rumit. Coklat harus dilelehkan pada suhu tertentu yang pada suhu yang relatif rendah. Coklat sangat sensitif terhadap suhu tinggi sehingga mudah hangus.

Berikut tips menghindari coklat masak agar tidak gosong ketika dilelehkan :

Potong-potong kecil
Chocolate buttons yang berbentuk seperti chips merupakan ukuran terbaik jika Anda ingin melelehkan coklat. Namun, jika Anda hanya memiliki coklat bar, pecah menjadi potongan-potongan kecil sebelum dilelehkan. Cara ini akan membantu coklat meleleh lebih merata dan cepat.

Hindari kontak dengan air
Ketika memanaskan cokelat, pastikan tidak ada kontak dengan air atau uap. Hal ini akan menyebabkan cokat menggumpal atau menjadi lelehan yang berpasir. Pastikan semua sendok dan mangkuk kering sebelum digunakan untuk melelehkan cokelat.

Suhu pemanasan tepat
Dark chocolate tidak boleh dipanaskan melebihi 48 derajat Celsius sementara coklat susu dan cokelat putih harus tetap di bawah 43 derajat Celcius. Jika Anda terlalu panas melelehkannya maka teksturnya akan menjadi berlumpur.

Gunakan mangkuk kecil yang tahan panas
Di antara wadah untuk memanaskan coklat, mangkuk kaca merupakan wadah yang sangat baik karena tidak menyimpan panas. Hal ini untuk mencegah coklat masak lebih lanjut setelah dilelehkan.

Gunakan sendok logam
Gunakan sendok atau spatula logam. Jangan gunakan sendok kayu karena kemungkinan mengandung kelembaban apabila tidak benar-benar kering yang akan menyebabkan cokelat untuk menggumpal. Mungkin juga sendok kayu mengandung bau dari makanan lain yang akan merusak aroma cokelat. Pastikan untuk sering mengaduk cokelat selama dipanaskan.

Semoga bermanfaat.
Read more ...

Minggu, 07 April 2013

Macam-macam coklat masak

Banyak sekali jenis coklat masak di toko-toko bahan pembuatan kue. Tapi jangan bingung dulu. Berikut ini dijelaskan beberapa jenis coklat dan contoh pemakaiannya :
 
1. Cokelat Polos
Cokelat ini biasa disebut plain chocolate. Kandungan cokelatnya 40%-50% dengan kandungan gula yang minim. Biasa digunakan untuk campuran cake, biskuit, adonan brownies. Dapat juga dipakai untuk campuran pudding, lapisan pada cake, atau untuk dibuat saus cokelat.

2. Cokelat Masak Pekat
Biasa disebut dengan dark chocolate. Kandungan lemaknya 70%-85%, rasanya agak pahit. Kadar gulanya juga lebih rendah dibandingkan cokelat tawar. Jenis ini paling sering digunakan untuk membuat truffles, permen, mousse, tart, saus, es krim dan sebagai topping untuk cake.

3. Cokelat Masak Susu
Milk chocolate memiliki kandungan cokelat 25%-35%. Dengan campuran susu, cokelat ini lebih lembut dan creamy. Cokelat ini lebih sulit untuk dilelehkan. Jika ingin mencairkannya, gunakan api kecil dan biarkan meleleh tanpa perlu diaduk.

4. Cokelat Masak Putih
White chocolate terbuat dari campuran susu, vanili, cocoa butter, dan gula. Digunakan untuk campuran cake, biskuit, es krim, mousse, dan cheesecake. Jika ingin mendapatkan rasa yang baik, pilih yang mengandung exstrak vanili, bukan hanya aromanya saja.

Semoga bermanfaat, salam sukses.
Read more ...

Kamis, 28 Maret 2013

Tips membuat makanan lebih wangi dengan bahan alami

Menghasilkan masakan yang sedap tentu menjadi keinginan setiap orang memasak. Masakan yang sedap dan harum akan menambah mood saat makan dan terlihat nikmat dipandang mata. Setiap orang memiliki cara masing-masing agar masakan mereka terlihat sedap. Salah satunya dengan memanfaatkan bahan-bahan alami sebagai pengharum masakan.

Berikut ini bahan alami yang dapat membuat makanan lebih wangi :

1. Daun Pandan

Daun pandan (Pandanus amaryllifolius Roxb) adalah tumbuhan yang termasuk dalam family Pandanaceae. Teksktur daun ini memanjang seperti daun palem namun agak besar, ujungnya runcing, permukaan licin, bagian tepinya berduri jika daun sudah tua. Daun pandang memiliki wangi yang khas alami yang biasanya berfungsi sebagai pengharum masakan manis.  Untuk aroma yang lebih kuat pilihlah daun pandan yang sudah tua dan besar, potong kasar-kasar dan masukkan ke dalam masakan Anda. Masukkan daun pandan di tahap akhir memasak agar aromanya awet.
 
2. Akar dan Daun Ketumbar


Sekilas daun ketumbar mirip dengan daun seledri, namun warnanya lebih muda dan baunya lebih wangi.  Jika  ingin digunakan sebagai pengharum masakan, dapat diiris cincang agar baunya lebih terasa. Biasanya untuk pengharum masakan, bagian yang digunakan adalah bagian akar. Karena aromanya lebih kuat dan khas.
 
3. Daun Seledri




Seledri (Apium graveolens L.) memiliki bonggol  dan tangkai yang bersusun. Daunnya menjari dan keriting biasanya digunakan untuk bumbu masakan. Tumbuhan ini pertama kali diperkenalkan oleh Belanda di Indonesia sebagai bumbu penyedap sup daging. Aromanya sangat sedap karena mengandung minyak atsiri dan dapat dimanfaatkan sebagai garnish, lalapan dan bumbu masakan.
 
4. Vanili


Vanili (Vanila planifolia) merupakan tanaman yang sejenis dengan tumbuhan anggrek. Aromanya sangat kuat sehingga dapat digunakan untuk pengharum masakan manis, kue atau es krim. Pada umumnya sudah banyak yang menjual vanili ini dalam bentuk serbuk atau pasta sehingga mudah saat penggunaan.
 
5. Daun Kemangi


Kemangi dalam bahasa Latin disebut Ocimum basilicum. Istilah Basil berasal dari bahasa Inggris yaitu sejenis daun selasih,  sedangkan ocimum berarti tumbuhan beraroma. Daun kemangi memiliki aroma yang sangat kuat. Biasanya daun ini digunakan untuk memasak pepes, botok, sayur tumis, sop atau orang Manado biasanya menambah kemangi pada masakan bubur. Di India dan daerah Afrika daun kemangi dijadikan seduhan teh karena aromanya yang khas dan bermanfaat sebagai zat antibodi.
 
6. Kayu Manis




Kayu manis atau dalam bahasa Inggris dikenal Cinnamon merupakan jenis tumbuhan rempah-rempah. Aromanya pedas dan manis biasanya digunakan untuk bumbu masakan. Kayu manis banyak digunakan untuk bahan membuat kue, makanan manis seperti kolak pisang, bubur mutiara, untuk bahan membuat pasta, campuran pada nasi. Juga dapat digunakan untuk batang pengaduk minuman coklat panas, kopi, atau teh sehingga aromanya lebih menyatu.

Semoga bermanfaat.
Read more ...

Rabu, 27 Maret 2013

Tips cara mengetahui kematangan steak daging sapi

Anda pecinta kuliner eropa tentu sangat tidak asing dengan steak. Steak biasa dibuat dari daging sapi dan memang sangat menggugah selera. 

Bagian seperti tenderloin, sirloin, atau wagyu memang paling cocok untuk diolah menjadi steak dengan cara yang paling sederhana sekalipun. 

Ketiga tipe daging tersebut biasa disajikan dengan tingkat kematangan sesuai dengan selera. Jika Anda memiliki hobi mengolah steak, Anda pasti tahu jika tingkat kematangan daging memiliki keempukan yang berbeda. Ada cara mudah untuk mengetahui tingkat kematangan daging steak yang sedang dimasak.

Berikut beberapa tips dan cara mengetahui tingkat kematangan steak daging sapi :

1. Raw :
Buka tangan Anda dan pegang bagian telapak tangan dekat dengan jempol. Seperti itulah keempukan daging mentah.

2. Rare :
Buat lingkaran dengan telunjuk dan ibu jari Anda. Sentuh telapak tangan yang menjadi bagian dari lingkaran tersebut. Terasa empuk, bukan? Dengan ujung jari atau punggung penjepit, tekan bagian tengah steak. Bila tekstur empuknya sama dengan telapak tangan Anda, berarti steak telah mencapai tingkat kematangan mentah atau rare.

3. Medium Rare :

Dari posisi di atas, geser ibu jari hingga menyentuh jari tengah dan sentuh bagian telapak tangan yang sama. Tekstur ini merupakan ciri steak yang telah mencapai tingkat kematangan mentah-sedang (Medium Rare).

4. Medium :
Geser lagi ibu jari hingga menyentuh jari manis Anda, untuk mengetahui kematangan medium (matang sedang).

5. Welldone :  
Sentuh jari kelingking dengan ibu jari, maka telapak tangan di bawah ibu jari akan terasa lebih keras. Inilah ciri steak yang matang sempurna atau welldone.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat. 
Read more ...

Jumat, 22 Maret 2013

Cara membuat kaldu yang enak dan gurih

Bahan dasar membuat sop, soto atau pun membuat saus biasanya berbahan dasar air kaldu yang terdiri dari bermacam-macam diantaranya kaldu daging, ayam, udang atau sayuran yang sudah dilengkapi dengan bumbu-bumbu lainnya.

Berikut ini beberapa jenis kaldu dan cara membuatnya agar lebih enak dan gurih :

1. Kaldu Sayuran :
Kaldu ini terbuat dari air dan aneka sayuran yang dipotong kasar-kasar.  Sayuran yang dipakai biasanya bawang bombai,1 batang seledri, 3 batang peterseli, 2 lembar bayleaf, 1 sendok teh merica bulat, 1 bh wortel yang dipotong jadi 8 bagian. Semua bahan ini direbus dengan api kecil sampai mendidih dan kaldu tinggal setengahnya. Saring kaldu dan siap digunakan untuk membuat sup.

2. Kaldu Daging:
Jika ingin membuat kaldu daging yang lezat campurlah 3 liter air dengan 1 kg tulang sapi, 1 bh wortel yang telah dipotong kasar-kasar, 1 sdt merica bulat, masak dalam panic tertutup selama 3-4 jam, sambil sesekali diaduk. Saring kaldunya, sisihkan sayuran dan tulangnya.

3. Kaldu Udang:
Untuk kaldu udang yang dipergunakan adalah 2 liter air, 500 gr kulit udang dan kepalanya. Tambahkan bawang bombai, jahe, daun bawang dan seledri. Rebus sampai kaldu mendidih dengan api kecil, saring. Kaldu ini biasa dipakai untuk membuat tomyam, atau sup seafood. Untuk membuat kaldu ikan sama proses pembuatannya dengan kaldu udang.

4. Kaldu Ayam:
Untuk membuat kaldu ayam yang lezat, sebaiknya ayam yang dipakai ayam kampung yang tua atau ayam jago. 2 literair, tambahkan bawang bombai, seledri, merica bulat, masak dengan api kecil sampai kaldu tinggal setengahnya. Saring.

Yang harus diperhatikan saat memasak kaldu :
  1. Pada saat memasak air kaldu, biasanya akan terdapat buih, buanglah buih tersebut, supaya kaldu menjadi jernih.
  2. Setelah proses memasak saring dengan menggunakan kain katun tipis.
  3. Simpan kaldu dalam lemari es. Buang lemak yang membeku.
  4. Jika kaldu dalam jumlah banyak, sebaiknya masukkan kaldu dalam beberapa kantong plastik dan simpan dalam frezzer.  Kaldu dapat disimpan selama 1 bulan.
 Semoga bermanfaat, selamat mencoba.
Read more ...

Rabu, 27 Februari 2013

5 cara menjaga nutrisi sayuran yang dimasak

Bagi para ibu yang memasak sendiri bahan makanan bagi keluarga tercinta, sebaiknya juga mengetahui seluk beluk seputar nilai gizi pada bahan makanan yang akan dimasak. Dari banyaknya ragam bahan makanan ini ternyata ada juga sayuran yang tidak bisa dimasak untuk mempertahankan nutrisi yang dikandungnya.  

Bila Anda merebus sayuran dalam panci, sebenarnya ada nutrisi penting di dalamnya yang hilang ketika dimasak. Ini juga bisa memicu hilangnya vitamin C dan asam folat. 

Ada lima cara menjaga nutrisi sayuran yang dimasak :

  1. Kulit atau sayuran daun
    Kebanyakan vitamin dan gizi dalam sayuran ditemukan pada kulitnya atau bagian luar daun. Karena sayuran kebanyakan mengandung vitamin yang larut air, cobalah untuk mencuci sayuran dengan sikat lembut dan sedikit air. Ini tidak akan merusak sayuran seperti kentang dan wortel, karena vitamin yang terkandung dalam kedua bahan tersebut tetap utuh.
  2. Mengukus
    Ingat, Anda ingin memasak sayur secepat mungkin, dan dengan sedikit air untuk menjaga nutrisi yang ada. Anda dapat mengukus sayuran atau dimasukkan ke dalam microwave. Jika tidak memiliki alat pengukus, masukkan saja sedikit air dalam panci untuk merebus sayuran. Memasak sayuran dengan waktu singkat bukan hanya menjaga nutrisinya, tapi warna sayuran tersebut tetap segar.
  3. Pemotongan
    Potong sayuran dalam potongan besar. Ini akan membantu mengurangi hilangnya vitamin, karena hanya beberapa permukaan saja yang terkena saat dikukus. Jika memungkinkan, rebus kentang dengan kulitnya untuk mencegah hilangnya kandungan kalium.
  4. Lamanya memasak
    Memasak sayuran seperti brokoli, buncis, kacang polong dan asparagus harus dimasak dengan sangat cepat. Tidak seperti kentang dan wortel, yang bisa dimasak sampai matang. Memasak sayuran tadi dalam waktu lama malah akan merusak vitamin B dan C di dalamnya.
  5. Sisa rebusan
    Semua cairan yang tersisa dari memasak sayuran dapat digunakan kembali sebagai bahan untuk kuah sup atau kaldu sayuran. Jika tidak langsung digunakan, simpan dalam freezer.
 Selamat mencoba, semoga bermanfaat.
Read more ...

Sebaiknya lalap mentah atau dimasak dulu?

Beberapa dari Anda pasti sudah tahu kalau kebiasaan orang jawa terkhusus sunda sangat terkenal dengan hobi memakan sayuran mentah atau lalapan. Nah, memang banyak ahli kesehatan yang berpendapat bahwa mengkonsumsi lalap mentah itu baik karena tidak ada atau sedikit sekali zat besi yang rusak. Juga penyajiannnya yang sangat mudah tinggal dicuci lalu siap dihidangkan tanpa repot untuk memasaknya terlebih dahulu serta rasa khas sayur mentah juga menjadi sensasi tersendiri bagi penikmat lalap mentah.
 
Tapi lalap mentah juga ada bahayanya, lalap mentah yang tercemari jasad renik seperti telur cacing gelang cukup besar juga kemungkinannya serta terpapar zat kimia yang digunakan oleh para petani. Hal ini jelas terlihat dalam hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga, Fakultas Pertanian IPB. Disebutkan kontaminasi telur cacing gelang pada sayur sawi yang berasal dari pasar dan dicuci dengan air yang tidak mengalir, ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan yang dicuci dengan air mengalir. Bukti lain, kontaminasi telur cacing pada sawi ternyata lebih tinggi daripada mentimun. Diduga karena tekstur sawi lebih memungkinkan menyangkutnya telur cacing, sementara mentimun agak kurang berhubung permukaannya licin.

Sayur-sayuran komersial saat ini sering disemprot pestisida untuk mencegah gangguan hama. Kalau penyemprotannya dilakukan menjelang panen, tentu akan membahayakan konsumen lalap mentah. Karena itu mencuci lalap mentah dengan air mengalir sebelum dikonsumsi mutlak diperlukan.

Sebenarnya, mengonsumsi lalapan masak lebih menguntungkan. Yang jelas, karena risiko sayuran terkontaminasi jasad renik sangat kecil. Di samping itu, kehilangan vitamin dan mineral setelah sayuran itu dimasak ternyata tidaklah terlalu besar. Vitamin C yang hilang karena pemasakan kira-kira 5 – 15% saja.
Hilangnya vitamin C dalam lalapan bertangung pada banyak sedikitnya air yang digunakan untuk merebus sayur. Makin banyak airnya, makin besar vitamin C yang hilang terlarut dalam air. Perbandingan air rebus dengan lalapan yang optimal adalah 1 : 1. Soalnya, dengan perbandingan demikian vitamin C-nya yang rusak hanya 5%.

Selama memasak sayuran lalapn, air perebus akan berdifusi masuk ke dalam sel sayuran. Sebaliknya, cairan vakuola – termasuk vitamin C – akan tertarik ke luar dan terlarutkan. Kalau  merebusnya dengan menggunakan banyak air, sayuran yang terkena panas menjadi lebih banyak. Akibatnya, kerusakan dinding sel akan berjalan cepat, sehingga melarutkan vitamin C.

Jadi, secara rasional, memasak lalapan lebih dianjurkan. Toh dengan pemasakan yang tepat, kerusakan gizinya bisa dibatasi sesedikit mungkin dan lebih aman dari infeksi jasad renik. Sayangnya, alasan rasional ini kerap terkalahkan oleh kebiasaan makan. Mereka yang sejak kecil mengenal lalapan mentah tentu tidak mudah menghilangkan kebiasaan itu. Kepuasan mereka makan lalap mentah akan sulit tergantikan jika harus menyantapnya masak.

Semoga bermanfaat.

Read more ...